Guru dan Kurikulum Sama Penting dalam Peningkatan Mutu Pendidikan


Muhaka, Kemdikbud — Pencapaian kualitas yang baik dalam sebuah sistem pendidikan bergantung pada tiga hal, pendidik, kurikulum, dan sarana. Ketiga hal tersebut sudah semestinya ditingkatkan berbarengan untuk mencapai pendidikan yang bermutu.

“Kalau ada yang bilang kualitas guru lebih penting, kita tidak menggunakan prinsip itu. Guru dan kurikulum sama pentingnya, dua-duanya kita jalankan bersama-sama,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, pada press workshop di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Selasa (14/01/2013).

Mendikbud mengatakan, untuk meningkatkan kualitas guru, berbagai kebijakan telah dijalankan oleh Kemdikbud. Ia menyebutkan, jumlah guru saat ini ada 2,9 juta orang. Jumlah tersebut, kata dia, belum semuanya memiliki kualifikasi yang memadai.

“Saya ibaratkan (2,9 juta guru) seperti tandon air. Orang menilai tandon ini keruh, itu fakta,” katanya. Penilaian tentang rendahnya kualitas guru didukung dengan hasil uji kompetensi guru (UKG) yang rendah. Lantas, kata dia, apakah guru-guru yang berkualitas rendah ini harus dibuang semua?

Mendikbud menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas guru yang diibaratkan tandon air tadi, tandonnya diisi dengan oksigen dan diaduk. Oksigen menjadi simbol dari pelatihan-pelatihan guru. Kemudian, disamping guru yang sudah ada diberi pelatihan, para calon guru dipastikan memiliki kompetensi yang mumpuni. Di sisi lain, kata Mendikbud, ada 33 ribu guru yang pensiun setiap tahunnya.

“Guru yang sudah ada kita tingkatkan kualitasnya, guru baru (suplai) dipastikan airnya jernih,” katanya. Untuk memastikan calon guru memiliki kompetensi unggul, LPTK tak luput dari penataan dan reformasi.

Guru yang berkualitas perlu didukung kurikulum yang mampu menjawab tantangan zaman. Kurikulum 2013, kata Mendikbud, selain dirancang untuk menjawab tantangan tersebut, dalam rancangannya pun tidak lepas dari tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam UU Sisdiknas. Yaitu “… untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara, yang demokratis, serta bertanggung jawab.”

“Tujuan inilah yang kami turunkan secara sistematis. Pertama sikap, kedua pengetahuan (berilmu), ketiga, keterampilan (cakap dan kreatif),” katanya. (Aline Rogeleonick)

sumber : kemdikbud.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s