Ujian Nasional SD Butuh Jawaban Analitis


logo solopos

Senin,25 Februari 2013

Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SD/MI tahun ini bakal membutuhkan jawaban yang analitis. Terkait itu, guru diminta menyiapkan siswa menqhadapi itu supaya berhasil lulus UN.

Mantan anggota tim penyusun soal UN IPA SD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Priyono. Mengungkapkan jawaban pada tiga mata pelajaran (mapel) UN menuntut pola pikir yang tinggi. Ketiga mapel itu yakni Bahasa Indonesia, Ma­tematika dan IPA.

“Tahun ini, untuk menjawab soal UN menuntut pola pikir tinggi. Dulu, siswa sekadar mengisi jawaban raja dan menghafal, sekarang siswa dituntut untuk bisa menjelas­kan juga,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui sebelum memberikan materi pada Workshop Sukses UN 2013, Rik Jitu Bedah Kisi-Kisi UN 2013, yang digelar Ikatan Sekolah Dasar Islam (ISDI) Solo, di Aula SD Al Firdaus Solo, Sabtu (23/2).

Untuk memahami soal, siswa harus membaca lebih dari sekali. Dalam workshop itu juga disampaikan perbedaan kisi-kisi UN dari tahun 2010 hingga 2012. “Hal ini dilakukan supaya guru bisa mengetahui perbedaan tingkat kesulitan soal UN, sehingga bisa mempersiapkan sejak dini,” jelas Priyono yang menjadi anggota tim penyusun naskah UN IPA selama lima tahun terakhir itu.

Meski UN SD masih beberapa bulan lagi, yakni 6-8 Mei, dengan bedah kisi-kisi itu paling tidak bisa menyamakan persepsi tentang trik mengerjakan soal ujian. Sesuai Prosedur Operasional Standar (POS) UN SD/MI, soal UN SD/MI hanya satu paket.

“Pelaksanaan UN dalam satu ruang maksimal 20 siswa dan diawasi dua pengawas dari sekolah lain. Penilaian juga masih sama dengan tahun kemarin,” jelas Priyono yang juga Kepala SD Al Islam 2 Jamsaren, Solo.

 

Penqayakan

Ketua ISDI Solo, Shodiqin, mengatakan bedah kisi­-kisi UN hari itu diikuti 54 SD/MI se-Solo. Total peserta yang hadir dalam workshop itu ada 75 guru mapel dan kepala sekolah. Dengan kegiatan itu dia berharap ada peningkatan mutu guru dan peserta didik.

“UN sulit atau tidak kan tergantung dari kesiapan guru dan siswa. Ke depan, kami dari ISDI juga menggelar try out UN secara serentak,” jelasnya.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Kauman, Pasar Kliwon, Solo, Suyanto, mengatakan workshop itu bermanfaat bagi guru untuk mengetahui substansi kisi-kisi yang men­jadi bahan UN. “Dari bedah kisi-kisi, kami menjadi tahu kemiripan soal UN, sehingga bisa memetakan kemampuan siswa,” katanya kepada Espos di sela-sela acara, Sabtu.

Dia berharap siswa memi­liki rasa percaya diri dan tidak terbebani dengan UN. Sebagai persiapan UN, pihaknya su­dah memberikan pengayaan materi, baik lewat buku ma­upun referensi lain, sehingga siswa memiliki wawasan yang lebih luas dibanding hanya mengandalkan pembelajaran konvensional.

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s