Yang Seharusnya Kalian Tahu Tentang BARCODE


sample-1d-barcode1Barcode adalah Suatu Kumpulan Data Optik yang dibaca Mesin. Dalam Bahasa Indonesia Barcode diterjemahkan sebagai Kode Batang. Sebenarnya, Kode Batang ini mengumpulkan Data dalam Lebar (Garis) dan Spasi Garis Paralel dan dapat disebut sebagai Kode Batang atau Simbologi Linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk Persegi, Titik, Heksagon dan bentuk Geometri lainnya di dalam Gambar yang disebut Kode Matriks atau Simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada Garis, Sistem 2D sering juga disebut sebagai Kode Batang.

Barcode merupakan cara yang Cepat, Mudah dan Akurat untuk Memasukkan dan Mengambil Data. Barcode berisi Nomor Referensi yang akan menghubungkan Data yang bersangkutan ke File Komputer. Barcode digunakan untuk membaca Kode tertentu sehingga Proses Penginisialisasian suatu Barang menjadi Mudah dan Cepat. Contoh yang paling sering ditemui dalam Pemanfaatan Barcode adalah pada Pasar Swalayan atau Super Market. Saat ini, Teknologi Barcode telah diadopsi oleh banyak Instansi guna memudahkan Kerja mereka.

Penggunaan awal Kode Batang adalah untuk mengotomatiskan Sistem Pemeriksaan di Swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi Universal saat ini. Penggunaannya telah menyebar ke Berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara Umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC). Sistem terbaru, seperti RFID, berusaha sejajar di pasaran AIDS, tapi Kesederhanaan, Universalitas dan Harga Rendah Kode Batang telah membatasi peran Sistem-sistem baru ini. Seharga US$0.005 untuk membuat Kode Barang bila dibandingkan dengan RFID yang masih seharga sekitar US$0.07 hingga US$0.30 per tag.

Kode Batang dapat dibaca oleh Pemindai Optik yang disebut Pembaca Kode Batang atau dipindai dari sebuah Gambar oleh perangkat Lunak Khusus. Di Jepang, kebanyakan Telepon Genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk Kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform Smartphone.
Sejarah Barcode

Barcode pertama kali diperkenalkan oleh dua orang mahasiswa Drexel Institute of Technology Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland di tahun 1948. Mereka mempatenkan inovasi tersebut pada tahun 1949 dan permohonan tersebut dikabulkan pada tahun 1952. Tapi baru pada tahun 1996, penemuan mereka digunakan dalam dunia komersial. Pada kenyataannya penggunaannya tidak begitu sukses hingga pasca 1980an.

Barcode adalah informasi terbacakan mesin (machine readable) dalam format visual yang tercetak. Umumnya barcode berbentuk garis-garis vertikal tipis tebal yang terpisah oleh jarak tertentu. Tapi kini ada beberapa variasi berbentuk pola-pola tertentu, lingkaran konsentris, atau tersembunyi dalam sebuah gambar. Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat baca optik yang disebut barcode reader. Pada prinsipnya barcode reader hanya sebuah alat input biasa seperti halnya keyboard atau scanner tapi peran manusia sebagai operator sangat minimum.

Bersamaan dengan pesatnya penggunaan barcode, kini barcode tidak hanya bisa mewakili karakter angka saja tapi sudah meliputi seluruh kode ASCII. Kebutuhan akan kombinasi kode yang lebih rumit itulah yang kemudian melahirkan inovasi baru berupa kode matriks dua dimensi (2D barcodes) yang berupa kombinasi kode matriks bujur sangkar.

sumber :  aneka sumber

by : admin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s