FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR SISWA


Ulangan Akhir Semester (UAS) sudah usai. Pembagian hasil belajar atau raport, di depan mata. Banyak siswa yang menunggu dengan cemas, akankah hasilnya baik seperti yang diharapkan atau sebaliknya. Tentu saja harapan mereka dapat tersenyum bahagia dan membuat bangga orang tua, lebih-lebih dapat hadiah pula.

Sebenarnya hasil belajar satu semester ini dapat diprediksi oleh siswa. Semua itu dapat terlihat dari sikap dan usaha siswa dalam mengikuti pembelajaran. Bukankah hasil belajar tersebut didapat dari akumulasi ulangan harian, lisan, perbuatan, PR, tugas, portofolio, UTS, dan UAS/UKK.  Perlu diingat sikap siswa berpengaruh dalam keberhasilan belajar karena dalam nilai perbuatan tersebut, dapat mencakup sikap ilmiah, moral, dan akhlakul karimah atau budi pekerti yang luhur.

Sebelum membicarakan hasil belajar, perlu diketahui pengertian belajar. Menurut Witherington, belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian. Berdasar pengertian belajar tersebut keberhasilan belajar di dapat jika siswa yang mulanya tidak cakap terhadap sesuatu (ilmu) menjadi cakap, pandai, dan mengerti. Ditandai adanya perubahan sikap dan kebiasaan sebagai pola baru.

Sampai di manakah perubahan itu dapat tercapai dengan kata lain, berhasil baik atau tidaknya belajar itu tergantung kepada bermacam-macam faktor. Faktor tersebut dapat dibedakan menjadi 2 : 1) Faktor dari dalam (diri siswa), 2) Faktor dari luar (sosial atau lingkungan)

Faktor dari dalam meliputi faktor kematangan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan pribadi.

Faktor Kematangan
Siswa yang berumur 4 tahun tidak dapat duduk di kelas 1 sekolah dasar. Andaikata kita paksa, tetap anak tidak akan sanggup, karena belum ada tanggung jawab dan masih suka bermain.

Faktor Kecerdasan
Di samping kematangan, dapat tidaknya seseorang mempelajari sesuatu dengan berhasil baik ditentukan / dipengarui pula oleh taraf kecerdasannya. Dalam mempelajari mata pelajaran dan kecakapan-kecakapan lainnya, tidak semua anak pandai dalam matematika, tidak semua anak pandai dalam bahasa Arab, Inggris, dan sebagainya.

Faktor Latihan dan Ulangan
Dengan latihan, siswa semakin terlatih sehingga kecakapan dan pengetahuan yang dimilikinya dapat menjadi makin dikuasai. Sebaliknya, tanpa latihan pengalaman-pengalaman yang telah dimilikinya dapat menjadi berkurang.

Faktor Motivasi
Motif merupakan pendorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif intrinsik dapat mendorong seseorang sehingga akhirnya orang itu menjadi spesialis dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu. Agar siswa mau mempelajari sesuatu dengan sebaik-baiknya, ia harus mengetahui pentingnya hasil yang akan dicapai dari belajarnya itu bagi dirinya.
Siswa kelas 6 SD agar mau belajar dengan sungguh-sungguh harus mempunyai motivasi yang kuat, misalnya agar lulus UN, agar hafidz jus ‘amma, dll.

Faktor Pribadi Seseorang
Tiap-tiap orang mempunyai sifat-sifat kepribadiannya masing-masing yang berbeda antara seorang dengan yang lain. Ada orang yang mempunyai sifat keras hati, berkemauan keras, tekun dalam segala usahanya, halus perasaannya, dan ada pula yang sebaliknya. Faktor fisik kesehatan dan kondisi badan juga termasuk dalam sifat-sifat kepribadian.

Faktor dari luar meliputi keadaan keluarga, guru dan cara mengajar, media pembelajaran, motivasi sosial, lingkungan dan kesempatan, dan lain-lain.

Keadaan Keluarga
Suasana dan keadaan keluarga bermacam-macam, ada yang miskin, kaya, ada keluarga yang diliputi suasana damai, ada pula sebaliknya. Ada orang tuanya yang terpelajar ada yang kurang pengetahuan. Ada tidaknya fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam belajar di keluarga tersebut turut memegang peranan penting.

Guru dan Cara Mengajar
Sikap dan kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru, dan bagaimana cara guru itu mengajarkan pengetahuan itu kepada anak-anak didiknya turut menentukan hasil belajar yang dapat dicapai anak.

Alat Peraga
Ada tidaknya alat peraga sebagai pendukung pembelajaran turut menentukan hasil belajar siswa. Guru yang menggunakan alat peraga yang lengkap dengan ditambah cara mengajar mereka yang baik, ditunjang kecakapan guru dalam menggunakan alat peraga tersebut, akan mempermudah dan mempercepat belajar anak-anak.

Motivasi Sosial
Jika guru atau orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada anak-anak timbullah dalam diri anak itu dorongan dan hasrat untuk belajar lebih baik. Anak dapat menyadari apa gunanya belajar dan apa tujuan yang hendak dicapai dengan pelajaran itu jika diberikan motivasi yang baik dan sesuai.

Lingkungan Kesempatan
Lingkungan juga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Jarak yang jauh antara rumah dan sekolah memerlukan waktu yang lama untuk menempuhnya terkadang membuat siswa kelelahan sampai di sekolah. Ada pula anak-anak yang tidak dapat belajar dengan hasil baik akibat tidak adanya kesempatan yang disebabkan oleh sibuknya pekerjaan setiap hari.

Berdasar faktor-faktor belajar tersebut, hasil belajar siswa dapat dilihat dari keadaan pribadi siswa, orang tua, dan sekolah. Keadaan dan pribadi siswa menjadi faktor utama, karena dia sebagai pelaku atau tokoh utamanya. Sedangkan orang tua dan sekolah adalah pendukung yang akan membantu keberhasilan tokoh utama. Meski pendukung, namun fungsinya tidak dapat digantikan, apalagi ditinggalkan. Ketiga hal tersebut harus berjalan seimbang dan saling mendukung agar sampai pada tujuan yang diharapkan.

Oleh :  Sri Mey Ekowati,S.Pd. (Guru Kelas VI B)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s