MotoGP dari sudut pandang fisika


Muhaka Online – Kasus yang menimpa Marco “Supersic” Simoncelli pada kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11) baru-baru ini tentunya tidak akan terlupakan selamanya oleh semua para penggemar motor balap MOTOGP. Kecelakaan mengerikan itu telah merenggut hidupnya di usia muda dengan cedera parah di daerah dada punggung dan kepala.
Semua orang boleh menilai dan berpendapat tentang apa yang menjadikan Marco “Supersic” Simoncelli tewas dalam kecelakaan itu, tetapi pada dasarnya dalam berkendara faktor kesalahan telah menjadi kambing hitam di setiap kejadian. Baik itu kesalahan yang diperbuat sendiri, orang lain maupun kondisi trafik situasi kejadian pada saat kecelakaan itu terjadi.
Dan tahukah kalian ternyata balapan motor MOTOGP bisa dilihat juga lho dari sudut pandang ilmu pengetahuan alam khususnya fisika. Ayo kita simak bersama;

1.  Mengapa pemilihan ban penting pada saat lomba?
Pemilihan ban sangat erat kaitannya dengan gaya gesekan antara ban dengan aspal jalan. Kita tahu bahwa dalam IPA-Fisika, gaya gesek dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kekasaran permukaan benda yang bersentuhan dan berat bendanya. Makanya lomba saat kering dengan saat hujan tentu akan memilih ban yang berbeda. Rumor tentang pembatasan berat badan pembalap juga ada benarnya secara fisika, karena berpengaruh juga pada gaya gesek. Makin besar berat pembalap maka gesekan antara motor dengan jalan makin besar.

2.  Mengapa saat memasuki tikungan kecepatan motor dikurangi?
Secara Fisika setiap benda yang bergerak pada garis lengkung maka benda akan mendapatkan gaya yang arahnya menjauhi pusat lengkungan yang disebut gaya sentrifugal. Besarnya gaya sentrifugal berbanding lurus dengan massa benda, berbaning lurus dengan kuadrat kecepatan linier benda dan berbanding terbalik dengan jari-jari garis lengkungnya.

rumus:

\LARGE Fs = \frac{m.v^{2}}{R}

dimana :
Fs = gaya sentrifugal ( Newton )
m = massa benda ( kilogram )
R = jari-jari garis lengkung ( meter )
v = kecepatan gerak benda ( meter/sekon )
dari persamaan di atas berarti semakin tajam tikungan jalan pada lomba motogp berarti jari-jari jalan makin kecil berarti gaya sentripetalnya makin besar. Berarti agar motor tidak terlempar ke luar jalan maka semakin tajam tikungannya paka pengeremannya makin kencang agar laju motor makin lambat. Bila rumus diatas dikaitkan dengan gaya gesekan, maka kecepatan maksimum motor di tikungan agar tidak terlempar ke luar jalan dirumuskan :

\LARGE v^{2} = \mu .g.R

dimana :
µ = koefisien gesekan antara jalan dengan motor
g = percepatan gravitasi bumi ( m/s2 )
R = jari-jari garis lengkung ( meter )
v = kecepatan maksimum gerak motor ( meter/sekon )

3.  Mengapa posisi duduk pembalap membungkuk?
Tujuan pembalap membungkuk secara Fisika adalah memperkecil permukaan badan yang diterpa angin yang timbul karena laju motor, sehingga tekanan badan untuk membelah angin makin besar dan laju gerak motor lebih kencang, hal itu sesuai rumus :

\LARGE p = \frac{F}{A}

dimana :
p = tekanan yang dihasilkan ( Newton/ meter2 )
F = gaya dorong motor dan badan ( Newton )
A = luas nidang tekan motor dan badan ( meter2 )
Harapannya tentu dengan posisi badan membungkuk adalah agar hambatan yang ditimbulkan badan terhadap laju motor semakin kecil.

4.  Mengapa body motor dibuat ramping?
Seperti halnya posisi duduk, tujuan disain motor yang ramping bertujuan untuk memperkecil permukaan motor yang diterpa angin yang timbul karena laju motor, sehingga tekanan motor untuk membelah angin makin besar dan motor dapat bergerak lebih kencang.

Bagaimana bisa dipahami?
Bukan berarti kita harus berhitung di setiap jalan yang kita lewati, tetapi paling tidak kita tahu dan kita mengerti
bahwa di alam ini ada aturan-aturan atau hukum alam yang harus kita sadari berlaku di muka bumi agar meminimalkan kesalahan, paling tidak terhindar dari kesalahan yang kita buat sendiri.
Sampaikan pada ayah, ibu, kakak, adik dan diri sendiri untuk selalu berhati-hati dalam berkendara.
Karena keluarga kita selalu menunggu kita di rumah dalam kondisi sehat wal’afiat.  Jangan lupa untuk selalu mengenakan piranti keselamatan berkendara dengan benar.

Sumber :
1. Kompas
2. http://hariprasetyo14.blogspot.com/ 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s