Sosialisasi Kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 2 Kauman


Bapak Gunarno, S.Pd., sedang memberikan paparan kurikulum 2013

Bapak Gunarno, S.Pd., sedang memberikan paparan kurikulum 2013

Muhaka – Pelaksanaan kurikulum 2013 telah di ujicobakan di kota Surakarta dengan mengambil beberapa sampel sekolah baik di tingkat dasar dan menengah .  Dan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta direncanakan resmi akan dilaksanakan mulai tahun ajaran baru 2014/2015. Sosialisasi dan pelatihan tentang pelaksanaan kurikulum 2013 telah mulai diikuti guru-guru baik yang dilaksanakan di tingkat kota maupun propinsi.

Di tingkat Kecamatan pun tidak ketinggalan, SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta telah mengadakan  sosialisasi bagi guru dan karyawan dengan narasumber dari Bapak Gunarno, S.Pd., selaku pengawas di gugus II Ronggowarsito, pada hari Kamis tanggal 19 Desember 2013.

Beberapa materi yang yang perlu digarisbawahi adalah kurikulum 2013 merupakan pelengkap dari kurikulum sebelumnya. Sehingga dalam pelaksanaanya pun tidak jauh berbeda dengan kurikulum KTSP. Beberapa perubahan terjadi pada konsep pembuatan nilai raport yang mengacu pada penilaian beberapa aspek dan berbentuk narasi, pembelajaran berbasis scientific, materi pelajaran yang berbasis tematik.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Konvensi Pendidikan Diperkirakan Akhir September 2013


Muhaka Online, ROL – Konvensi Pendidikan yang akan membahas mengenai keberlanjutan Ujian Nasional (UN) diperkirakan akan digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhir September 2013 ini.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Balitbang Kemdikbud Heri Setiadi mengatakan saat ini jajaran internal Kemdikbud masih membahas mengenai detail konvensi tersebut.

“Konvensi tetap September sesuai yang dikatakan Pak Mentri (Mendikbud Mohammad Nuh). Kemungkinan akhir September 2013,” ujar Heri dihubungi Senin (26/8).

Heri mengungkapkan saat ini belum ada gambaran spesifik mengenai konvensi tersebut. Item apa saja yang akan dibahas selain pembahasan mengenai keberlanjutan UN di setiap jenjang satuan pendidikan pada konvensi itu pun  belum ditentukan.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Kemdikbud Mulai Persiapkan Konvensi Pendidikan Untuk Kelanjutan Ujian Nasional


Muhaka Online, REPUBLIKA ONLINE – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mulai mempersiapkan Konvensi Pendidikan yang kemungkinan digelar pada September mendatang.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud Ibnu Hamad menuturkan saat ini Konvensi Pendidikan tengah dipersiapkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud.

“Dalam sebuah rapim tingkat kementerian, tanggal 16 Agustus lalu, pak Menteri (Mendikbud Mohammad Nuh) telah menugaskan Balitbang Kemdikbud untuk mempersiapkan konvensi tersebut,” ujar Ibnu Hamad dihubungi Senin (26/8).

Ibnu Hamad menjelaskan pasca mundurnya Kabalitbang Kemdikbud Khairil Anwar pada Mei 2013 lalu, saat ini yang menjadi Plt Kabalitbang Kemdikbud adalah Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim.

Menurut dia, hal mendetail terkait konvensi yang rencananya akan membahas keberlanjutan penyelenggaraan Ujian Nasioanal (UN) itu, dapat ditanyakan kepada Wamendikbud Musliar Kasim.

Namun, ketika Republika berusaha mengkonfirmasi terkait penyelenggaraan, Wamendikbud Musliar Kasim  sulit dihubungi.

Sementara itu, tokoh pendidikan nasional Arief Rachman menilai UN tetap diperlukan untuk mengetahui kualitas pendidikan yang telah ditempuh peserta didik. Hanya saja menurutnya standar penilaian dalam UN jangan ditujukan untuk meluluskan siswa.

“Standarisasi pendidikan sangat penting tapi kalau erujung pada lulus atau tidaknya peserta didik itu tidak betul,” kata Arief.

Arief mengatakan standar penilaian yang digunakan dalam UN harus mempertimbangkan kekuatan peserta didik di setiap wilayah Indonesia. Tidak bisa, tuturnya, standar penilaian dalam UN menyamakan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

“Misalnya standar penilaian untuk sekolah di Wamena Papua, tidak bisa disamakan dengan standar penilaian sekolah di Jakarta. Harus diperhitungkan kekuatan daerah itu,” ujarnya.

Baca tulisan ini lebih lanjut

KURIKULUM 2013 Monitoring SD Percontohan Diundur


SOLO – Pelaksanaan monitoring pelaksanaan Kurikulum 2013 di 12 SD percontohan diundur dari jadwal yang direncanakan sebelumnya. Monitoring ke seluruh SD percontohan dipastikan berlangsung 9-12 September mendatang.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo berencana melakukan monitoring 12 SD percontohan Kurikulum 2013 pada akhir Agustus. Selain jenjang SD, enam SMP dan sembilan SMA serta SMK percontohan juga akan menjalani monitoring. Kegiatan yang bertujuan mengevaluasi satu bulan pelaksanaan Kurikulum 2013 tersebut melibatkan jajaran Dinas Dikpora Kota Solo dan pengawas setiap sekolah.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) SD Disdikpora Kota Solo, Tatik Sudiarti, mengatakan mundurnya jadwal pelaksanaan monitoring karena pihaknya mesti mematangkan proses koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Saat ini, surat pemberitahuan resmi kepada sekolah tujuan sedang ditelaah oleh Kepala Disdikpora Kota Solo.

“Setelahnya baru kami kirimkan kepada 12 sekolah. Kami yakin sekolah lebih siap dengan jadwal yang baru. Sejak terlontar wacana evaluasi, sekolah sudah mulai mempersiapkan diri,” paparnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (22/8/2013).

Baca tulisan ini lebih lanjut

Mendikbud Buka Peluang Sekolah Laksanakan Kurikulum 2013 Secara Mandiri


Muhaka Online — Menteri Pendidikan dan Kebudahayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh membuka peluang kepada sekolah-sekolah yang tidak masuk sasaran pemerintah untuk  mengimplementasikan Kurikulum 2013 mulai Tahun Ajaran 2013/2014 ini secara mandiri, dengan menanggung anggaran penyediaan buku dan pelatihan guru yang diperlukan.

Peluang tersebut disampaikan Mendikbud M. Nuh melalui surat bernomor: 0128/MPK/KR/2013 tertanggal 5 Juni 2013, yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Untuk tahun pertama implementasi Kurikulum 2013, pemerintah melaksanakan secara bertahap dan terbatas, mencakup 6.325 sekolah sasaran yang tersebar di seluruh provinsi dan 295 kabupaten/kota,” tulis M. Nuh.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Sekolah Yang Tidak Ditujuk, Boleh Terapkan Kurikulum 2013 Tapi Lapor Ke Disdik


nurhadiMuhaka Online - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan sekolah yang nantinya tidak ditunjuk sebagai pelaksana kurikulum baru tetap diperbolehkan menerapkannya mulai tahun ajaran baru pada Juli 2013.

“Kami sudah mendengar pemerintah akan menerapkannya kurikulum baru tahun ini di 6.325 sekolah, namun kami belum tahu sekolah yang di Jateng,” kata Kepala Disdik Jateng Nur Hadi Amiyanto di Semarang, Sabtu.

Meski demikian, kata dia, seandainya nanti ada sekolah di wilayah Jateng yang belum ditunjuk untuk melaksanakan kurikulum baru tahun ini tetapi ingin menerapkan pada tahun ini tetap diperbolehkan.

Menurut dia, guru-guru sekolah yang akan menerapkan kurikulum baru di luar kuota 6.325 sekolah itu akan tetap dilatih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi buku pelajaran harus disiapkan sekolah sendiri.
Baca tulisan ini lebih lanjut

Sekolah bisa daftar ikuti pelatihan kurikulum baru


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh (ANTARA/Jessica Helena Wuysang)

Muhaka Online - Sekolah yang tidak ditunjuk untuk mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 tetap bisa mengikuti pelatihan bagi guru itu dengan mendaftar ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Bedanya, kalau ditunjuk akan mendapatkan pelatihan dan buku gratis, sedangkan kalau mendaftar akan mendapatkan pelatihan gratis, tapi bukunya mem-photo copy sendiri,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam seminar dan workshop yang diselenggarakan Yayasan Al Falah di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Di hadapan ratusan guru dalam seminar dan workshop bertajuk “Persiapan Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013″ itu, Menteri yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Falah Surabaya itu mengatakan penerapan Kurikulum 2013 itu dilakukan bertahap dalam tiga tahun.

“Jadi, semua sekolah akan menerapkan Kurikulum 2013 dalam tiga tahun kedepan, karena pelatihan guru untuk tahap pertama akan dilakukan bagi guru kelas I dan IV SD, guru kelas VII SMP, dan guru kelas X SMA. Tahun berikutnya untuk kelas II dan V SD, kelas VIII SMP, dan kelas XI SMP, lalu tahun ketiga untuk guru kelas III dan VI, kelas IX SMP dan kelas XII SMA,” katanya.

Mendikbud mengatakan penerapan Kurikulum 2013 juga dilaksanakan secara terbatas, sehingga ada sekolah yang ditunjuk untuk mengikutinya lebih awal, karena keterbatasan anggaran pemerintah.

“Karena itu, angkatan pertama akan ada sekitar 6.000 sekolah yang mengikusertakan gurunya untuk dilatih, tapi sekolah lain bisa saja mengikutinya dengan cara mendaftar. Syaratnya ya itu tadi, photo copy buku sendiri,” katanya.
Baca tulisan ini lebih lanjut

Kemdikbud Bersama Komisi X DPR RI Sosialisasi Kurikulum 2013


Sambas — Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas,  Kalimantan Barat, Kemdikbud bersama   Komisi X DRR RI melakukan sosialisasi Kurikulum 2013, Sabtu, 9 Maret 2013.

Dalam sosialisasi ini, Mendikbud didampingi sejumlah pejabat Kemdikbud, sedangkan dari Komisi X DPR RI hadir Zulfadhli, dari Fraksi Golkar dan Albert Yaputra dari Fraksi Demokrat.

Di depan 300 peserta sosialisasi yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas dari 17 kecamatan sekabupaten Sambas, Mendikbud menjelaskan, bahwa perbaikan kurikulum merupakan bagian dari peningkatan delapan standar nasional pendidikan.   Ada empat standar yang diperbaiki dalam Kurikulum 2013, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi.

“Kalau masyarakat memperbolehkan dilakukan perbaikan keempat standar itu, kenapa melarang perbaikan kurikulum, padahal kurikulum mencakup keempat standar tersebut,” papar M.Nuh.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Dokumen Kompetensi Dasar untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah


cover depanPenyusunan dokumen Kompetensi Dasar untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah ini dalam rangka menindaklanjuti program-program prioritas yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014.  Selain berisi deskripsi Kompetensi Dasar, dokumen ini berisi pula Kompetensi Inti dan Struktur Kurikulum. Dokumen ini juga memuat berbagai tema yang diintegrasikan dari Kompetensi Dasar berbagai mata pelajaran. Kompetensi Dasar dikembangkan dari Kompetensi Inti, sedangkan pengembangan Kompetensi Inti mengacu pada Struktur Kurikulum. Kompetensi Inti merupakan kompetensi yang mengikat berbagai Kompetensi Dasar ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus dimiliki peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan pembelajaran siswa aktif. Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas.

Baca tulisan ini lebih lanjut