KURIKULUM 2013 Monitoring SD Percontohan Diundur


SOLO – Pelaksanaan monitoring pelaksanaan Kurikulum 2013 di 12 SD percontohan diundur dari jadwal yang direncanakan sebelumnya. Monitoring ke seluruh SD percontohan dipastikan berlangsung 9-12 September mendatang.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo berencana melakukan monitoring 12 SD percontohan Kurikulum 2013 pada akhir Agustus. Selain jenjang SD, enam SMP dan sembilan SMA serta SMK percontohan juga akan menjalani monitoring. Kegiatan yang bertujuan mengevaluasi satu bulan pelaksanaan Kurikulum 2013 tersebut melibatkan jajaran Dinas Dikpora Kota Solo dan pengawas setiap sekolah.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) SD Disdikpora Kota Solo, Tatik Sudiarti, mengatakan mundurnya jadwal pelaksanaan monitoring karena pihaknya mesti mematangkan proses koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Saat ini, surat pemberitahuan resmi kepada sekolah tujuan sedang ditelaah oleh Kepala Disdikpora Kota Solo.

“Setelahnya baru kami kirimkan kepada 12 sekolah. Kami yakin sekolah lebih siap dengan jadwal yang baru. Sejak terlontar wacana evaluasi, sekolah sudah mulai mempersiapkan diri,” paparnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (22/8/2013).

Baca pos ini lebih lanjut

Mendikbud Buka Peluang Sekolah Laksanakan Kurikulum 2013 Secara Mandiri


Muhaka Online — Menteri Pendidikan dan Kebudahayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh membuka peluang kepada sekolah-sekolah yang tidak masuk sasaran pemerintah untuk  mengimplementasikan Kurikulum 2013 mulai Tahun Ajaran 2013/2014 ini secara mandiri, dengan menanggung anggaran penyediaan buku dan pelatihan guru yang diperlukan.

Peluang tersebut disampaikan Mendikbud M. Nuh melalui surat bernomor: 0128/MPK/KR/2013 tertanggal 5 Juni 2013, yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Untuk tahun pertama implementasi Kurikulum 2013, pemerintah melaksanakan secara bertahap dan terbatas, mencakup 6.325 sekolah sasaran yang tersebar di seluruh provinsi dan 295 kabupaten/kota,” tulis M. Nuh.

Baca pos ini lebih lanjut

Pelaksanaan Kurikulum 2013 Dapat Dipantau Secara ‘Online’


garudaMuhaka Online — Pemerintah mulai menerapkan implementasi Kurikulum 2013 mulai Tahun Pelajaran 2013/2014 pada 15 Juli mendatang. Masyarakat yang ingin memantau implementasi pelaksanaan kurikulum dapat mengaksesnya secara online melalui laman kurikulum.kemdikbud.go.id.

“Informasi mengenai perkembangan kurikulum bisa dilihat di Sistem Elektronik Pemantauan Implementasi Kurikulum (SEPIK) 2013,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim di Kemdikbud, Jakarta, Rabu, (5/6).

Musliar menyampaikan, untuk pengadan tender buku Kurikulum 2013 telah selesai dilaksanakan dan pemenangnya sudah diumumkan. “Insya Allah kalau DIPA sudah disetujui atau keluar dari Kemkeu akan segera dilakukan kontrak dengan pemenang tender,” katanya.

Musliar menyebutkan, sasaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak 6.325 sekolah untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK di 295 kabupaten/kota di 33 provinsi. Sementara anggaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak Rp 829 miliar.

Baca pos ini lebih lanjut

Buku Pegangan Kurikulum 2013 Nantinya Dapat Diakses di Rumah Belajar


Muhaka Online — Buku pegangan Kurikulum 2013 nantinya dapat juga diakses melalui laman Rumah Belajar dengan alamat http://belajar.kemdikbud.go.id. “Naskah buku pegangan sudah siap, setelah nanti diserahkan ke percetakan, akan dipublikasikan juga di Rumah Belajar,” ujar Kepala Unit Implementasi Kurikulum Pusat, Kemdikbud Tjipto Sumadi, di Jakarta, Senin (10/6/2013).

Dalam implementasi Kurikulum 2013 ini pemerintah akan mencetak buku dan membagikan secara gratis, sebanyak jumlah peserta didik sasaran implementasi. Buku pegangan terdiri dari buku pegangan untuk siswa dan buku pegangan guru dan naskah buku-buku tersebut telah selesai, kata Tjipto.

Baca pos ini lebih lanjut

Kurikulum 2013 Ciptakan Wajah Baru Sekolah


Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (repro foto: http://www.sabilillahmalang.org)

Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (repro foto: http://www.sabilillahmalang.org)

Depok (Dikdas): Juli nanti, Kurikulum 2013 akan diimplementasikan. Tentu ada beberapa perubahan signifikan yang bisa menciptakan sekolah memiliki wajah baru. Perubahan ini akan dialami seluruh jenjang pendidikan, termasuk Sekolah Dasar (SD).

“Cukup signifikan perubahannya, mulai dari penambahan jam pelajaran, kemudian menggunakan pendekatan tematik-integratif,” kata Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Jl Raya Cinangka KM 19 Bojongsari, Depok, Selasa kemarin (12/02).

Menurut Ibrahim Bafadal, pada jenjang SD akan ada penambahan jam pelajaran 2 sampai 4 jam per minggu. Tapi demikian, kepulangan peserta didik dari sekolah tidak sampai sore hari. Penambahan jam pelajaran itu merupakan konsekuensi pendekatan yang digunakan, yaitu tematik-integratif.

“Jadi diperlukan keleluasaan jam di mana anak belajar. Beda bila menggunakan pendekatan ceramah, yang mungkin hanya butuh 30 menit. Tapi karena nanti anak harus melakukan observasi, analisis dan kemudian menyimpulkan, itu memerlukan waktu yang lebih lama,” jelas Ibrahim Bafadal.

Selanjutnya, Ibrahim Bafadal memberi contoh pendekatan tematik-integratif.

Baca pos ini lebih lanjut

Presiden Minta Sosialisasi Kurikulum 2013 Dilakukan Secara Masif


Jakarta — Kurisbykulum 2013 memasuki tahap sosialisasi implementasi. Setelah melalui sidang kabinet paripurna, Senin (18/02) kemarin, Kemdikbud telah menerima lampu hijau dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mensosialisasikan kurikulum 2013.

“Bapak Presiden menyampaikan, yang harus segera dilakukan adalah sosialisasi kurikulum supaya dilaksanakan secara masif. Artinya, secara substansi beliau sudah bisa memahami bahwa kurikulum 2013 ini penting,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, mengulang ucapan Presiden SBY, saat ditemui di ruang kerjanya, Kemdikbud, Jakarta, Selasa (19/02/2013).

Mendikbud mengatakan, implementasi kurikulum 2013 diterapkan kepada sekolah-sekolah yang siap melaksanakannya. Adapun ketentuan kesiapan sekolah diukur dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. Pertama, kesiapan dari sisi kelengkapan sekolah. “Maksudnya kelas 1-6 ada. Kan ada sekolah yang belum komplit. Misalnya, sekolah baru (berdiri) itu ada sampai kelas 5 saja,” katanya.

Baca pos ini lebih lanjut